3 Jenis Pupuk Yang Mengandung Kalium Tinggi

3 Jenis Pupuk Yang Mengandung Kalium Tinggi

Pupuk Yang Mengandung Kalium – Pupuk kalium adalah jenis pupuk yang sering diperlukan oleh petani. Unsur kalium adalah salah satu unsur hara mikro yang diperlukan oleh tanaman. Keterbatasan kalium di tanah menjadikan petani memerlukan jenis pupuk yang mengandung kalium tinggi.

Terdapat berbagai macam fungsi kalium untuk pertumbuhan tanaman, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mempercepat proses pembungaan serta pembuahan
  • Memperkuat organ tanaman seperti daun, bunga, dan juga buah agar tidak mudah rontok
  • Meningkatkan daya simpan buah, sehingga tidak mudah busuk
  • Meningkatkan ketahanan tanaman, baik itu kekeringan ataupun serangan hama penyakit
  • Meningkatkan kualitas hasil tanaman, mulai dari rasa, warna, dan juga bobot panen

Jenis Pupuk Yang Mengandung Kalium Tinggi

Berikut ini adalah jenis – jenis pupuk yang mengandung kalium tinggi :

KCl ( Kalium Klorida )

Pupuk KCl adalah pupuk buatan yang cukup langka ditemukan di pasaran. Hal ini karena harganya yang tergolong cukup mahal. Walaupun begitu, pupuk ini tetap dicari oleh petani untuk mencukupi kebutuhan hara K pada tanaman.

Pupuk KCl dapat ditemukan dalam 2 macam. Jenis yang pertama adalah KCl 80 yang mempunyai kandungan K2O sebesar 53%. Jenis kedua adalah KCl 90 yang mempunyai kandungan K2O sebesar 58%. Pupuk KCL berbentuk Kristal dan juga berwarna putih atau merah. Pupuk ini cocok digunakan untuk tanah dengan kadar klorida yang rendah.

Fungsi pupuk KCl bagi tanaman adalah:

  • Meningkatkan hasil panen, daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, dan daya tahan terhadap kekeringan, serta kualitas buah
  • Menguatkan batang tanaman dan jugarasa asli (misalnya rasa pedas pada buah cabai)
  • Membantu terbentuknya protein dan juga karbohidrat
  • Merangsang pertumbuhan serta perkembangan akar tanaman
Baca Juga  Pupuk Mutiara : Kegunaan Pupuk Mutiara Untuk Tanaman Padi, Dosis dan Perawatan

Kelebihan pupuk KCl adalah :

  • Harganya lebih murah dibandingkan dengan pupuk ZK dan KNO3
  • Mudah diperoleh dalam berbagai merk, baik itu subsidi maupun non-subsidi
  • Mudah untuk larut dalam air
  • Mudah duntuk iserap oleh tanaman

Kekurangan pupuk KCl adalah:

  • KCl akan larut dalam air dalam bentuk ion K+ dan Cl–, sehingga penambahan unsur hara kalium dalam bentuk KCl juga akan dapat menambah unsur klor dalam tanah.
  • Unsur klor yang berlebihan pada tanaman bisa menyebabkan gejala daun menjadi hijau tua serta tebal
  • Pada beberapa jenis tanaman, seperti tembakau, wortel, dan juga kentang, klor bisa bersifat meracuni.
  • Klor diperlukan oleh tanaman dalam jumlah sedikit. Unsur ini diperlukan tanaman untuk proses fotosinetesis, yaitu untuk pembentukan energi (ATP).

ZK (Kalium Sulfat)

Pupuk kalium sulfat adalah pupuk kalium yang tergolong pioneer di pasaraan Indonesia. Pupuk ini terbuat dari bahan campuran kalium oksida dan juga asam belerang. Hal ini menyebabkan pupuk ini sering disebut sebagai pupuk ZK atau zwavelzure kali. Pupuk ZK berbentuk butiran-butiran kecil dengan warna putih. Pupuk ini bereaksi asam ketika diaplikasikan pada tanah dan tidak higroskopis.

Manfaat pupuk ZK adalah:

  • Mencukupi kebutuhan hara kalium
  • Menurunkan pH pada tanah
  • Menguatkan batang tanaman
  • Meningkatkan ketahanan tanaman dan juga hasil tanaman

Kelebihan ZK adalah:

  • Mengandung unsur kalium tinggi, yaitu hingga 50%
  • Bersifat tidak higroskopis, sehingga bisa disimpan lama meskipun kelembapan air tinggi
  • Mudah larut dalam air, sehingga bekerja dengan lebih cepat

Kelemahan ZK adalah:

  • Harganya mahal
  • Reaksinya asam, sehingga apabila digunakan pada lahan yang pHnya rendah (atau asam) maka nilai pHnya akan turun atau semakin asam (kadar keasaman meningkat)
  • Di pasaran, pupuk ZK bisaditemui dalam 2 macam. Pertama adalah ZK 90 dengan kandungan K2O sebesar 45% hingga 90%. Kedua adalah ZK 96 yang mepunyaii kandungan K2O sebesar 52%.
Baca Juga  Dosis Pupuk ZA Untuk Tanaman Cabai Supaya Hasil Panen Melimpah

KNO3 (Kalium Nitrat)

Pupuk kalium nitrat adalah pupuk kimia yang mengandung kalium (K) dan nitrogen (N). Pupuk ini mengandung dua unsur makro yang diperlukan oleh tanaman, sehingga sangat efektif. Kebutuhan 2 unsur hara makro bisa terpenuhi dengan satu kali aplikasi. Pupuk ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan kalium pada tanaman yang sensitif terhadap klorida (Cl), misalnya tembakau. Pupuk kalium nitrat biasanya berbentuk kristal dan juga berwarna putih.

Fungsi pupuk kalium nitrat bagi tanaman adalah:

  • Mencegah kerontokan bunga dan juga buah
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan serta penyakit jamur patogen
  • Mencegah buah cabai kuning serta mencegah rontok
  • Merangsang pertumbuhan akar
  • Meningkatkan rasa asli, misal manis dan juga pedas
  • Merangsang pertumbuhan vegetatif dan juga dapat meningkatkan jumlah anakan
  • Meningkatkan kandungan protein serta jumlah bulir padi dan rumpun

Kelebihan pupuk kalium nitrat adalah:

  • Mudah larut di dalam air
  • Hampir baik digunakan untuk segala jenis tanaman
  • Kandungan nitrogennya tidak mudah menguap karena dalam bentuk nitrat
  • Bisa digunakan untuk semua jenis tanaman dalam segala fase pertumbuhan

Kekurangan pupuk kalium nitrat adalah:

  • Harganya mahal apabila dibandingkan dengan pupuk kalium yang lainnya
  • Mudah tercuci, sehingga supaya menjadi lebih efektif maka harus diperhatikan teknik aplikasinya
  • Walaupun mahal, akan tetapi para petani tetap menggunakan pupuk kalium nitrat. Hal ini karena pupuk ini mampu memberikan peningkatan hasil yang signifikan.

Demikianlah penjelasan mengenai 3 Jenis Pupuk Yang Mengandung Kalium Tinggi semoga dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya ya, jangan lupa juga simak informasi yang bermanfaat lainnya dari Teknikbudidaya.com.

Baca Juga :

Baca Juga  Cabe Rawit Lebat Dan Hasil Melimpah – Begini Cara Budidayannya
3 Jenis Pupuk Yang Mengandung Kalium Tinggi | Marisa | 4.5
/* */