Cara  Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Cara  Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Budidaya Lobster – lobster  adalah  satu di antara olahan makanan dari laut yang memiliki citarasa yang tinggi. Itu sebabnya, lobster adalah satu di antara seafood yang mempunyai  harga yang sangat tinggi.  Akan tetapi , meskipun  harga makanan ini tidak murah, namun tetap saja banyak penggemar makanan laut yang memilih menu makanan lobster sebagai menu makanan mereka di restoran seafood. Hingga terbukti jika pasokan lobster lebih sedikit di bandingkan dengan  permintaan pelanggan restoran.

Nah, dengan penjelasan tersebut, tentunya budidaya lobster air tawar merupakan sebuah  peluang yang besar bagi anda yang ingin mencoba terjun di dunia wirausaha. Bahkan budidaya lobster air tawar ini dapat  dilakukan di halaman rumah Anda. Jadi, Anda tidak perlu sewa lahan lagi untuk budidaya lobster air tawar. Cukup  dengan menggunakan sisa halaman rumah, jika  ingin budidaya lobster air tawar.

Oleh sebab itu , pada kesempatan kali ini admin akan memberikan beberapa cara budidaya lobster air tawar yang cocok untuk anda untuk mencoba di dalam dunia bisnis.

Syarat Hidup

Umumnya, lobster air tawar ini membutuhkan  lahan atau kolam yang cukup lebar. Selain itu, lobster air tawar ini juga sangat toleran dengan oksigen yang rendah. Ya, meskipun  demikian, hidup dengan cara seperti itu sangat minim lobster untuk hidup dan berkembang biak dengan baik.

Pedoman oksigen yang dapat dipakai  oleh lobster air tawar ini sekitar 4 ppm. Bukan hanya pada oksigen, Anda juga perlu memperhatikan suhu udara yang  berada  di kolam tersebut. Lobster air tawar ini sangat cocok hidup di kolam yang bersuhu 25 – 29° C. Untuk tingkat keasaman air, lobster air tawar ini sangat cocok dengan air yang mempunyai  keasaman sekitar  7 – 9 pH. Maka dari itu, anda akan susah menjumpai lobster air tawar yang perairannya mempunyai  keasaman di bawah 7 pH.

Lobster air tawar ini juga membutuhkan  perairan yang mempunyai  kandungan kapur sedang sampai tinggi. Hal ini dibutuhkan  karena untuk menjaga kadar kalsium sebagai pembentukan cangkang lobster air tawar.

Media Lobster Air Tawar

Sebenarnya tidak ada patokan untuk media lobster air tawar. Dengan demikian, maka media yang digunakan lobster air tawar ini sangatlah bervariasi. Ya, meskipun  pada umumnya lobster air tawar ini sering di budidaya secara ekstensif dalam kolam tanah.

Pada saat  Anda menggunakan media kolam tanah, Anda cukup meletakan indukan dalam kolam yang telah  dikeringkan terlebih dahulu. Dan untuk lobster air tawar yang ukurannya sudah sesuai dengan komersil pasaran, Anda bisa menjualnya. Sedangkan sisanya, Anda  dapat  meletakkan kembali ke kolam tanah tersebut.

Baca Juga  Mudahnya Cara Budidaya Belut Dalam Drum Untuk Pemula

Berbeda halnya dengan cara intensif. Para peternak lobster air tawar yang di budidayakan dengan cara intensif ini lebih memberikan pakan berupa sayur atau pakan komersil yang lainnya. Itu sebabnya, lobster air tawar yang di budidaya secara intensif lebih mahal harganya di bandingkan dengan lobster air tawar yang di budidaya secara ekstensif. Selain kolam tanah, lobster air tawar juga  dapat  dibudidaya dengan menggunakan kolam fiber atau kolam semen / tank. Umumnya, media jenis ini di gunakan untuk membesarkan burayak.

Proses Pembenihan

Sebelum memulai cara budidaya lobster air tawar, anda harus memilih benih yang bagus. Dalam proses pembenihan ini, anda perlu membedakan antara indukan yang jantan dengan indukan yang betina. Cara membedakannya cukup mudah. Anda pun  dapat  melakukannya secara visual atau dilihat.

Lobster Jantan

Capik bagian luar lobster jantan ini terdapat bercak yang berwarna merah. Dan tanda merah ini akan muncul pada saat  lobster jantan berusia 3 sampai 4 bulan. Di situ, lobster mempunyai  ukuran sekitar 3 inci atau 7 cm. lobster jantan pada masa inilah yang siap di kawinkan dengan lobster betina.

Lobster Betina

pada  bagian capit tidak ada tonjolan atau penisnya. Lobster betina ini mempunyai  lubang pada bagian pangkal kaki ketiga dari bawah atau ekor. Nah, lubang tersebutlah yang merupakan kelamin dari lobster betina serta  sebagai tempat keluarnya telur.

Memilih Induk

Apabila  Anda mencari induk lobster, carilah induk lobster air tawar yang ukurannya di atas 4 inci atau sekitar 10cm. Umumnya, mereka yang berusia 5 sampai 6 bulan. Karena, lobster pada masa ini akan mempunyai  telur yang cukup banyak dalam proses pembuahannya. Nah, berikut ini adalah tips memilih calon indukan lobster air tawar yang berkualitas agar Anda tidak tertipu  pada saat  hendak membeli indukan lobster.

  • Pilihlah indukan yang kiranya proses pertumbuhannya lebih cepat di bandingkan dengan yang lainnya.
  • Belilah indukan lobster air tawar ke toko yang telah bersertifikat.
  • Perhatikan kelaminnya. Jangan sampai Anda memperoleh lobster banci, alias lobster betina yang juga mempunyai  kelamin jantan. Lobster ini tidak akan bisa bertelur sama sekali.
  • Pilihlah lobster yang gemuk, jangan sampai Anda memperoleh lobster yang kepalanya lebih besar ukurannya di bandingkan tubuh dan ekornya. Lobster yang demikian adalah lobster yang kurang makan atau nutrisi.
  • Anda dapat  mengawinkan lobster ketika berusia 5 sampai 6 bulan atau ukurannya yang sudah mencapai sekitar 4 inci. Karena, apabila  semakin muda lobster dikawinkan, maka semakin lambat juga  pertumbuhan anaknya nanti. Dan indukan lobster yang berukuran 4 inci, biasanya dapat bertelur hingga 200 telur.
  • Anda dapat  memisahkan antara yang jantan dan betina pada saat  mereka telah  mencapai 2 inci atau 5 cm.
  • Perlu juga bibit, bebet, bobot dari lobster. Usahakan Anda memperoleh indukan lobster yang murni dari spesies lobster yang terbaik.

Mengawinkan Lobster

  • Anda dapat mengawinkan lobster dengan cara menggabungkan antara indukan yang jantan dan betina menjadi satu. Anda  dapat  melakukan hal ini pada wadah atau akuarium berukuran 1 x 0,5 x 25 cm. ukuran akuarium tersebut bisa dimasuki 5 lobster betina dan 3 lobster jantan.
  • Pada dasarnya, dalam perkawinan lobster, lobster betinalah yang memilih pasangan, sehingga kita butuh memasukan lobster jantan lebih dari satu. Agar lobster betina  bisa memilih dan bertelur.
  • Sesudah memasukan lobster ke dalam akuarium, kemudian  Anda letakan minimal 8 buah pipa paralon yang mempunyai  diameter 2 inci dan panjang 20cm. tunggulah hingga dua minggu. Umumnya, setelah dua minggu, indukan betina sudah dapat bertelur.
  • Pada saat lobster sedang melakukan perkawinan, mereka akan membentuk formasi huruf Y. yang mana lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakkan di dekat pangkal kedua kaki lobster betina. Nantinya, sperma  tersebut akan berwarna putih dan menggumpal agar keras lalu akan larut ke dalam air.
  • Selanjutnya , setelah proses pembuahan, lobster betina akan menjauh dari lobster jantan perlahan – lahan. Lobster betina mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ketiga dengan melewati sperma lalu turun ke ekor ebdomennya. Nantinya, telur akan di kumpulkan di dalam abdodemennya sambil menutup rapat ekornya selama seminggu.
Baca Juga  Budidaya Ikan Nila Dengan Memanfaatkan Halaman Sempit

Pemindahan Induk

Dalam proses pemindahan induk lobster air tawar ini, akan terjadi proses pengeraman dan juga  penetasan telur lobster. Umumnya, di lakukan 2 atau 3 minggu sesudah  pembuahan. Telur baru akan menempel, dan induk betina akan berjalan keliling dengan posisi ekor yang terbuka, supaya  telur dapat terlihat dengan jelas. Nah, pada masa proses inilah, induk bisa di pindahkan ke kolam penetasan yang wadahnya bisa sekitar 1 x 2 meter.  Anda pun juga  bisa melihat telur yang matang itu bagaimana, berikut ini adalah ciri – cirinya :

  • Minggu ke 2, telur masih berbentuk bulat.
  • Minggu ke 3, telur mulai terdapat bintik hitam. Bintik hitam inilah yang di sebut sebagai embrio.
  • Minggu ke 4, capit, sungut, dan kaki mulai tumbuh di dalam telur. Meskipun demikian, pada masa ini, lobster anakan tersebut masih belum  dapat  Jadi, apabila  pada masa ini telur rontok dari induknya, maka dapat dipastikan embrio bisa mati. Uniknya, induk betina akan menggoyang  – goyangkan kaki renangnya yang terdapat telur – telur lobster ini untuk memberikan oksigen pada telur – telurnya. Bahkan, si induk pun juga sering merapikan telur – telur yang mau rontok dengan menggunakan kaki jalannya.
  • Minggu ke 5, hampir seluruh kuning telur mulai habis. Dan pada masa inilah, embrio mulai lepas dari induknya satu persatu serta mencari makanan sendiri. Akan tetapi , tidak semua lepas dari kaki induknya, masih ada 30 % yang menempel. Nah, di sini Anda dapat merontokan 30 % embrio  tersebut , karena dikhawatirkan  naluri keibuannya pada si induk akan hilang karena kelelahan menggendong telur.
  • Anda dapat  memindahkan si induk betina ke akuarium lain setelah kakinya bersih atau tidak ada lagi embrio yang menempel. Biarkan induk betina beristirahat selama dua minggu hingga berganti kulit. Pergantian kulit ini menunjukkan bahwa lobster sudah  bertumbuh besar. Apabila  lobster  dapat  bertumbuh semakin besar, maka lobster dapat berpeluang untuk member anakan yang lebih banyak dari sebelumnya. Sehingga perlu akuarium yang lebih besar lagi apabila  nanti akan masa proses pembuahan.
Baca Juga  Cara Budidaya Udang Tambak Untuk Pemula

Dalam masa istirahat si induk betina, ada kemungkinan bahwa ia  telah  matang gonad atau siap kawin lagi. Dan induk seperti ini  dapat  bertelur tanpa dibuahi. Akan tetapi  telurnya kosong. Dan telur – telur tersebut bisa jadi makanannya sendiri.)

Langkah – Langkah Selanjutnya dalam Budidaya Lobster Air Tawar

Berikut ini adalah cara budidaya lobster air tawar selanjutnya :

Pemeliharaan Benih

Setelah menetas, anakan lobster belum bisa di beri makanan berupa sayuran atau umbi – umbian. Jadi, lobster anakan ini  dapat diberi makanan berupa cacing sutra atau cacing beku untuk memacu pertumbuhan yang baik. Dalam proses pemberian makanan, sebaiknya di berikan sebanyak 30 % dari besar badannya di waktu pagi dan sore hari.

 

 

 Kematian Benih Lobster

Pada umumnya, kematian benih lobster disebabkan karena adanya pergantian kulit di masa pertama kali. Selain itu juga bisa saja di sebabkan oleh  adanya racun seperti bekas semprotan atau fogging demam berdarah. Jadi, sebaiknya ketika melakukan penyemprotan, hendaknya akuarium di tutupi dengan menggunakan plastik atau bisa juga mematikan aeratornya.

Panen Benih

Anda sudah  dapat  mulai melakukan pemanenan benih lobster air tawar ini pada saat  benih sudah mulai berukuran 1 hingga  2 cm. anda  dapat  melakukannya menggunakan plastik scoopnet yang berukuran 20 x 10 cm. waktu yang tepat untuk pemanenan ini sangat baik di lakukan di jam 9 pagi dan berada di lingkungan yang terbuka. Disamping  itu juga harus dengan kualitas dan parameter airnya harus sama dengan air yang berada  di akuarium sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan supaya  benih tidak mengalami stress.

Dalam melakukan proses pemanenan, sebaiknya menggunakan air yang baru, jangan menggunakan air dari akuarium yang sebelumnya. Karena benih lobster ini sangatlah sensitive terhadap lingkungannya.

Tips Pembesaran Lobster

Berbeda dengan pembudidayaan di atas, bahwa proses pembesaran ini  adalah proses budidaya untuk membesarkan lobster supaya  siap untuk dimakan atau dikonsumsi.  Disamping  itu, juga  dapat  digunakan sebagai pembudidayaan lobster hias yang dewasa.

Proses pembesaran ini berkaitan erat dengan proses pertumbuhan pada seekor lobster air tawar. Semakin cepat proses pertumbuhan lobster air tawar, maka semakin cepat juga pembudidayaan lobster air tawar untuk dijual sebagai konsumsi makanan. Pertumbuhan pada lobster air tawar ini dapat di bedakan menjadi dua jenis yaitu pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan nisbi. Untuk pertumbuhan mutlak ini ukuran rata – rata lobster mencapai dalam satuan waktu tertentu. Sedangkan untuk pertumbuhan nisbi ini didefinisikan dengan ukuran panjang atau berat yang di capai dalam periode tertentu dari periode awal.

Demikianlah ulasan mengenai Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula semoga bermanfaat , sekian dan terimakasih.

Baca Juga :

Cara  Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula | Marisa | 4.5
/* */