Cara Budidaya Jamur Tiram Pakai Bahan Bangunan Bekas

Posted on

Cara Budidaya Jamur Tiram Pakai Bahan Bangunan Bekas – Nah apakah kalian pernah mendengar atau mengenal istilah Jamur Tiram? Nah kali ini kami akan membahas mengenai apa itu Budidaya Jamur Tiram yang dimana bahannya mengggunakan bahan bangunan bekas, untuk mengetahui ulasan selengkapnya simak pembahasannya dibawah ini.

Jamur memiliki peranan yang penting yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Manfaat jamur juga sangat beragam salah satunya adalah untuk dikonsumsi. Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi.

Akibat dari sering dikonsumsi, para petani kemudian melakukan budi daya terhadap jamur jenis ini. Manfaat yang ditawarkan oleh jamur ini juga sangat beragam khususnya bagi kesehatan manusia.

Daftar Isi

Klasifikasi Jamur Tiram

Mengutip dari buku ‘Untung Besar dari Bisnis Jamur Tiram’, berikut merupakan klasifikasi ilmiah dari jamur tiram:

  • Kingdom: Myceteae (fungi)
  • Divisio: Amastigomycota
  • Sub Divisio: Basidiomycotae
  • Kelas: Basidiomycetes
  • Ordo: Agaricales
  • Familia: Agaricaeae
  • Genus: Pleurotus
  • Spesies: Pleurotus sp.

Jamur tiram terdiri dari beberapa varietas yaitu, jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur tiram abu-abu (Pleurotus cystidius), jamur tiram merah (flabellatus) dan jamur tiram cokelat (Pleurotus umbellatus) atau yang biasa juga dikenal sebagai jamur tiram raja karena bentuknya yang besar.

Sedangkan jamur tiram memiliki tudung yang menyerupai cangkang tiram yang menelungkup dan disangga oleh batangnya. Diameter dari tudung tersebut beragam yang memiliki kisaran antara 3 sampai dengan 15 cm.

Jamur tiram abu-abu memiliki rasa yang manis dan memiliki tangkai yang tidak bercabang. Jika dibandingkan dengan tiram putih maka tiram abu-abu memiliki ukuran diameter tudung yang lebih kecil.

Sedangkan jamur tiram raja atau yang biasa juga dikenal dengan sebutan king oyster juga memiliki tangkai yang tidak bercabang. Tudung yang dimiliki jamur jenis ini relatif besar dengan warna kecokelatan dan pecah di bagian pinggirnya.

Cara Budidaya Jamur Tiram Pakai Bahan Bangunan Bekas

Budidaya jamur tiram kini banyak digemari karena mendatangkan keuntungan yang cukup menarik. Jika Anda tertarik melakukannya, Anda bisa melakukan budidaya jamur tiram tanpa biaya besar dan lahan luas. Anda bisa menjalankan budidaya jamur tiram di lahan 4 x 12 meter.

Budidaya jamur tiram putih (Flourotus floridae) dapat dilakukan dengan membuat kumbung dari bahan-bahan bangunan bekas. Bahan-bahan bangunan bekas dapat dimanfaatkan untuk membuat kumbung atau rumah jamur.

Baca Juga  Menanam Hidroponik Dengan Botol

Genteng bekas dapat digunakan untuk atap dan balok-balok bekas untuk kerangka atau kap bangunan kumbung. Adapun plafon bekas bisa dimanfaatkan untuk dinding kumbung jamur, sementara balok kecil bisa digunakan untuk pembuatan rak tempat baglog jamur. Anda hanya perlu membeli beton untuk tiang penyangga, paku, dan baglog yang siap simpan.

Pembuatan Kumbung Jamur

Pertama, kumpulkan dahulu bahan-bahan bangunan bekas yang telah disebutkan di atas. Untuk balok kayu, jangan gunakan yang sudah lapuk, sedangkan untuk dinding sangat baik jika menggunakan plafon bekas dari kasa bambu.

Bersihkan dulu genteng bekas dari lumut-lumut yang menempel dengan sikat kawat, sedangkan untuk tiang penyangga usahakan dari balok beton tentunya dengan membeli. Usahakan lokasi kumbung jamur berada di bawah naungan pohon dan tidak dekat dengan bengkel motor. Arah bangunan usahakan memanjang dari timur dan barat untuk memudahkan sirkulasi udara, mudah ditengok sewaktu-waktu, dan mudah untuk menyiram.

Tiang bangunan usahakan minimal dibuat setinggi 4,5 meter. Buat ventilasi pada dinding sebelah utara dan selatan dengan ukuran 60 x 50 cm, buat sedemikian rupa agar bisa dibuka dan ditutup. Lantai kumbung cukup dari tatah dan sangat baik bila dicampur dengan pasir dengan perbandingan 4 : 1 (tanah : pasir). Tujuannya untuk menjaga kelembapan ruangan agar pertumbuhan miselium dapat berkembang baik menjadi bakal tubuh buah.

Adapun pembuatan rak untuk tempat baglog jamur disesuaikan dengan cara menempatkan baglog. Jika penempatannya horizontal (lubang baglog ke samping), lebar rak dibuat 50 cm dan tinggi masing-masing ruang 25 cm. Dengan demikian, baglog dapat ditumpuk dua secara horizontal untuk tiap ruang rak.

Dengan rak semacam ini, baglog jamur dapat ditempatkan secara tail the tail (bertolak belakang) dan sangat efisien dengan tempat. Jarak antar rak satu dengan lainnya cukup 70 cm untuk ruang jalan 1 orang. Bangunan kumbung dengan ukuran 12 x 4 meter serta model pembuatan rak seperti ini akan dapat menampung baglog sebanyak kurang lebih 4.000.

Penyemprotan Ruang Kumbung Jamur

Setelah kumbung selesai dibangun, selanjutnya adalah penyemprotan ruangan kumbung dengan disinfektan agar mikroorganisme atau cendawan lain dalam ruangan kumbung steril. Setelah satu hari penyemprotan, baglog jamur siap simpan boleh dimasukkan ke dalam ruangan kumbung.

Kondisi Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Jamur Tiram

Pertumbuhan miselium jamur akan sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya. Untuk itu perlu diketahui kondisi yang cocok untuk pertumbuhan jamur tiram, yakni sebagai berikut.

Baca Juga  Cara Menanam Anggrek Dengan Sabut Kelapa
Suhu

Miselium tiram putih akan tumbuh baik pada kisaran suhu 23 sampai 28 derajat celcius, sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buah (yang bentuknya seperti cangkang tiram) membutuhkan suhu 13 sampai 15 derajat celcius.

Untuk maksud tersebut, maka membuka dan menutup ventilasi sangat tergantung pada kondisi pertumbuhan jamur.

Kelembapan

Jamur tiram putih membutuhkan kelembapan antara 60 sampai 90 persen.

Udara

Jamur tiram membutuhkan oksigen sebagai senyawa pertumbuhannya. Sirkulasi udara dalam kumbung akan memengaruhi dan menjamin pasokan oksigen. Jika kurang oksigen, miselium yang bertumbuh menjadi batang tubuh buah akan mudah layu dan mati. Untuk itu perlu dibuat ventilasi udara.

Tingkat Keasaman Atau Ph

Miselium jamur akan tumbuh dengan baik pada media yang memiliki pH agak masam, yaitu 5 sampai 6,5. pH media diperlukan untuk metabolisme seperti untuk memproduksi asam organik, jika terlalu asam pertumbuhan akan terganggu dan jika terlalu basa akan mati.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Jika Anda adalah pemula dan belum terampil membuat atau menyemai spora jamur dalam baglog, maka Anda bisa membeli baglog yang sudah siap simpan atau siap pelihara. Untuk kumbung ukuran 12 x 4 meter bisa disiapkan sekitar 4.000 baglog.

Simpan baglog dengan teratur pada rak yang disudah disiapkan dan pastikan sudah disemprot dengan disinfektan. Pelepasan kapas penutup baglog dilakukan apabila miselium sudah tumbuh merata pada media atau baglog, yang ditandai dengan warna putih serta tidak kelihatan serbuk gergaji kayu.

Ini biasanya dilakukan empat sampai lima minggu sejak menyemaian baglog, namun sesuai dengan kondisi lingkungan daerah masing-masing. Penorehan plastik baglog tahap pertama bisa dilakukan bersamaan saat pelepasan kapas penutup baglog. Torehlah pada bagian depan baglog sebanyak 4 lubang memanjang dengan menggunakan silet atau pisau yang sudah disterilkan dengan alkohol. Batang tubuh buah jamur akan tumbuh pada lubang torehan. Penorehan berikutnya pada bagian tengah baglog pada umur delapan minggu dan penorehan ketiga pada umur 12 minggu. Penorehan pada tahap ketiga ini bisa ditoreh sebanyak-banyaknya, namun jangan sampai fisik baglog rusak.

Ventilasi kumbung jamur ditutup apabila angin cukup kencang atau cuaca sangat panas. Pada kondisi seperti ini, penyiraman air bersih dengan cara penyemprotan sangat perlu dilakukan. Usahakan penyemprotan memakai tangki bebas pestisida dengan posisi nosel berkabut.

Baca Juga  Cara Budidaya Jamur Kuping Di Halaman Rumah

Pengendalian Hama

Hama yang menyerang jamur tiram antara lain ulat, rayap dan lalat muring. Pengasapan di luar kumbung secara rutin dapat mencegah hama tersebut.

Akan tetapi, tidak dianjurkan menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hama agar kualitas jamur tetap terjaga.

Panen Jamur Tiram

Panen jamur tiram dilakukan pada umur dua sampai tiga hari sejak munculnya bakal tubuh buah dengan cara mencabut batang seluruhnya.

Usahakan agar tidak ada pangkal batang yang tersisa. Sebab, jika hal ini terjadi pangkal batang yang tersisa akan membusuk dan mengundang serangga muring,dan cendawan lain dan mengeluarkan bau busuk. Waktu panen yang menguntungkan adalah sore hari untuk menjaga kesegaran jamur saat dipasarkan dan mengurangi susut bobot.

Manfaat Jamur Tiram

Masih dalam buku ‘Untung Besar dari Bisnis Jamur Tiram’ berikut merupakan beberapa manfaat yang dimiliki oleh jamur tiram:

  • Digunakan sebagai antikolesterol, antioksidan dan antitumor. Hal tersebut disebabkan karena jamur tiram memiliki kandungan lemak, mineral serta beberapa vitamin dan serat yang penting bagi ketahanan tubuh manusia.
  • Setiap 100 gram jamur tiram segar terdapat 8,9 mg kalsium, 1,9 mg besi, 17 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1 (taimin), 0,75 mg vitamin B-2 (riboflavin dan 12,40 mg vitamin C.
  • Memiliki kandungan asam folat (folic acid) yang bagus untuk mencegah serangan kanker dan mengobati penyakit anemia.
  • Akibat dari kandungan asam folatnya jamur tiram baik dikonsumsi oleh wanita hamil. Hal ini disebabkan karena asam folat dapat mengurangi risiko cacat kelahiran dan cacat otak pada anak.
  • Jamur tiram juga memiliki sembilan asam amino esensial yang tidak dapat disintesis tubuh seperti fenilalanin, histidin, isoleusin, lisin, leusin, metionin, triptofan, treonin dan valin.
  • Kandungan asam lemak yang terdapat dalam jamur tiram sendiri merupakan asam lemak tidak jenuh yang menyebabkan jamur ini aman untuk dikonsumsi.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Budidaya Jamur Tiram Pakai Bahan Bangunan Bekas semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.