Hama Dan Penyakit Alpukat

Posted on

Hama Dan Penyakit Alpukat – Nah taukah kalian? Dalam memulai budidaya alpukat tentu banyak hal yang dipertimbangkan salah satunya hasil buahnya. Namun kendala ada saja hama maupun penyakit tanaman alpukat yang menghambat kualitas buah.

Buah alpukat pada umumnya memiliki harga jual yang terbilang bagus, hal inilah yang menjadikan harga jualnya terbilang sesuai.

Jika tanaman alpukat memiliki kualitas pertumbuhan yang terbilang terhambat, maka dapat dipastikan adanya serangan penyakit yang timbul dari hama.

Untuk dapat meningkatkan produksi alpukat sebaiknya kalian memahami dahulu penyakit dan hama apa saja yang biasa menyerang tanaman ini.

Dengan begitu kalian akan lebih siap menghadapi segala kemungkinan di masa depan serta mengurangi resiko rugi.

Jenis Hama Dan Penyakit Menyerang Alpukat

Ada beberapa jenis hama dan penyakit alpukat yang dapat menyerang tanaman alpukat. Hama dan penyakit tanaman alpukat ini juga memiliki gejala serangan yang bisa diidentifikasi sedini mungkin. Nah berikut ini jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman alpukat serta pengendaliannya:

Hama Pada Alpukat

Adapun hama pada alpukat diantaranya yaitu:

Hama Pada Daun

Berikut ini hama pada daun yaitu:

Ulat Kipat (Cricula Trisfenestrata Helf)
  • Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.
  • Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.
  • Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.
Baca Juga  Jamur Tiram Terserang Hama Dan Penyakit
Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.)
  • Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm, warna coklat kemerahan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging.
  • Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, kepompong terdapat di antara daun.
  • Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat.
 Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas.
  • Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan.
  • Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin.
  • Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.
 Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso
  • Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang.
  • Gejala: Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering.
  • Pengendalian: Disemprot insektisida dengan bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2%.dari konsentrasi fomula.
 Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)
  • Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan.
  • Gejala: Permukaan daun berbintik-bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat.
  • Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.

Hama Pada Buah

Berikut ini hama pada buah yaitu:

Baca Juga  Begini Cara Membasmi Hama Uret Yang Mengganggu Tanaman
Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.)
  • Ciri: Ukuran tubuh 6-8 mm dengan bentangan sayap 5-7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua.
  • Gejala: Terlihat bintik hitam/benjolan pada permukaan buah. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva.
  • Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation. Penyemprotan insektisida Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan memusnahkan semua buah yang terserang/ membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati.
 Codot (Cynopterus sp)
  • Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil, menyerang buah-buahan malam hari.
  • Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja.
  • Pengendalian: Menangkap codot menggunakan jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

Hama Pada Cabang/Ranting

Berikut hama pada cabang/ranting yaitu:

Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf).
  • Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larva berwarna putih dan panjangnya 2 mm.
  • Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting, akibatnya daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut
  • Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar/ disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter.

Penyakit Pada Alpukat

Adapun penyakit pada alpukat diantaranya yaitu:

Penyakit Yang Disebabkan Jamur

Berikut ini penyakit yang disebabkan jamur yaitu:

Antraknosa
  • Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
  • Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.
  • Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
Baca Juga  Hama Tanaman Anggur
 Bercak daun atau bercak cokelat
  • Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton.
  • Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu.
  • Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
 Busuk akar dan kanker batang
  • Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah dan mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek.
  • Gejala: Bila tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon.
  • Pengendalian: drainase perlu diperbaiki, membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru.
 Busuk buah
  • Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah.
  • Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur, yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil.
  • Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb, dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengendalian Hama Dan Penyakit Alpukat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

4/5 - (85 votes)