Panduan Lengkap Budidaya Singkong Hingga Panen – Sederhana Dan Mudah

Posted on

Budidaya Singkong – artikel kali ini admin akan memberikan informasi mengenai cara budidaya singkong hingga panen yang mudah dan juga sederhana untuk dilakukan.  untuk informasi lebih lengkapnya Maka langsung saja kita simak ulasan selengkapnya berikut ini secara seksama.

Seperti yang kita ketahui singkong adalah salah satu komoditas yang dinilai mempunyai nilai ekonomi yang menjanjikan. Sebab singkong adalah salah satu bahan baku utama dalam pembuatan tepung tapioka.

Singkong adalah tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan dan juga dapat ditanam pada lahan yang kurang subur sekalipun.  walaupun mudah untuk di budidaya kan kamu akan tetapi resiko gagal panen dalam budidaya singkong ini juga sangat kecil Apabila dibandingkan dengan komoditas yang lainnya.

Budidaya Singkong

Salah satu syarat utama yang menjadi syarat tumbuh singkong yaitu adalah cahaya atau intensitas cahaya matahari, tanaman ini sangat memerlukan sinar matahari yang cukup sepanjang hari. tanaman Singkong  memerlukan iklim dengan curah hujan yaitu antara 1500-2500 mm per tahun dengan suhu udara yaitu minum 10 derajat Celcius dengan kelembaban 60 sampai 60%.

Sedangkan untuk jenis tanah yang cocok untuk budidaya singkong itu adalah tanah yang mengandung kaya bahan organik, subur, tidak terlalu liat atau tidak terlalu boros dan juga gembur. Untuk melihat anaknya sendiri yang diperlukan yaitu adalah Netral sekitar antara 6,5 hingga 7,5.  tanaman Singkong sendiri masih dapat ditanam pada ketinggian hingga 1500 mdpl serta ketinggian idealnya yaitu adalah 10 sampai 700 mdpl.

Berikut ini adalah tahapan yang harus anda lakukan pada saat akan membudidayakan tanaman Singkong supaya hasilnya maksimal dan juga sesuai dengan keinginan.

Baca Juga  Sangat Mudah - Cara Menanam Kangkung Hidroponik Untuk Pemula

Pengolahan Lahan

Sebelum anda melakukan penanaman bibit singkong, maka ada baiknya jika hal yang perlu Anda lakukan itu adalah pengolahan tanah terlebih dahulu supaya tanah akan menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar serta umbi dapat berkembang dengan baik dan juga maksimal. Gulma serta sisa-sisa tanaman harus dibersihkan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih.

Waktu untuk pengerjaan pengolahan tanah sendiri sebaiknya dilakukan ketika tanah tidak berada dalam keadaan becek ataupun berair, supaya struktur tanah tidak rusak ketik pengolahan dari tanah yaitu dengan cara dibajak atau dicangkul 1 sampai 2 kali hingga kedalaman kurang lebih 20 cm, kemudian diratakan lalu dibuat b dengan b dengan atau guludan serta dibuat saluran drainase lalu setelah itu baru bisa ditanami dengan bibit singkong.

Persiapan Bibit

Pada umumnya para petani atau para pembudidaya singkong menggunakan bibit singkong yang berasal dari batang utamanya yang tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu tua titik umur yang ideal dari batang pohon singkong yang dapat dijadikan sebagai bibit yaitu adalah sekitar 7 sampai 8 bulan.

Caranya yaitu adalah batang singkong dipotong dengan panjang kira-kira 20 cm sedangkan diameter kurang lebih 1,5 cm Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh bibit yang mempunyai kemungkinan hidup yang tinggi serta kualitas hidup yang baik ini nantinya akan ditancapkan pada lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Penanaman

Untuk proses penanaman nya sangat dianjurkan menanam singkong yang dilakukan ketika awal musim hujan, mengingat sifat dari bibit singkong yang masih sangat membutuhkan pasokan air yang cukup dan juga banyak untuk pertumbuhan serta perkembangan di awal masa tanam cara penanamannya yaitu adalah cukup dengan menancapkan batang pohon atau bibit pohon tersebut yang sudah disiapkan pada lahan pertanian singkong.

Baca Juga  Cara Menyemai Biji Jeruk Nipis – Cara Penanaman, Perawatan Hingga Panen

Yang perlu diperhatikan yaitu adalah pada cara penanaman tanaman Singkong ini harus ada jarak antara tanamannya. Jarak antar tanaman bibit sebaiknya dibuat dengan jarak yaitu 60 cm atau 80 cm supaya akar pohon nantinya dapat berkembang atau tumbuh dengan baik. di samping itu juga perlu diketahui bahwa bagaimana letak arah Tunas pohonnya. Arah Tunas ini dapat dilihat pada bakal tunas yang terdapat pada bagian tonjolan bekas dari daun singkong jatuh. pastikan bahwa Tanah ini

Pemeliharaan

Untuk proses pemeliharaannya sendiri sebenarnya dalam budidaya singkong cukuplah mudah, singkong yang tumbuh dengan sendirinya bisa berbuah tanpa pemeliharaan yang dilakukan secara intensif atau rutin. Akan tetapi supaya dapat memperoleh hasil singkong yang lebih besar serta banyak maka tidak ada salahnya Apabila para petani atau para pembudidaya melakukan pemeliharaan secara khusus. Untuk melakukan pemeliharaan pada tanaman Singkong hanya cukup dilakukan dengan melakukan pemupukan saja.

Untuk pemupukan susulan dapat dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu musim tanam, tergantung dengan kondisi kesuburan pada tanah tanaman tersebut titik pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman telah berumur 15 hari setelah tanam yang dibarengi dengan dengan melakukan penyortiran pada tunas yang tumbuh di bagian batang dengan hanya menyisakan dua tunas yang terbaik saja.

Berikutnya untuk pemupukan yang kedua dilakukan ketika usia tanaman Singkong telah mencapai 3 bulan sesudah tanam yang dibarengi dengan proses pembersihan rumput atau gulma yang berada disekitar tanaman Singkong. Sementara untuk pemupukan yang ketiga atau pemupukan tahap akhir dilakukan ketika usia tanaman sudah mencapai 6 bulan setelah tanam .

Pupuk yang digunakan dalam proses pembudidayaan tanaman singkong yang dilakukan dalam pemupukan susulan ini yaitu adalah pupuk yang mengandung unsur hara N P dan K dengan dosis yang berimbang atau sesuai dengan anjuran titik caranya itu adalah pupuk ditaburkan dengan hati-hati pada sekeliling tanaman dengan jarak 25 sampai 30 cm dari batang tanaman.

Baca Juga  Bernilai Ekonomi – Begini Cara Budidaya Gandum Yang Cocok di Indonesia

Pemanenan

Tanaman singkong sudah bisa dipanen yaitu pada usia 6 sampai 8 bulan sesudah tanam atau 9 sampai 12 bulan sesudah tanam tergantung pada varietas Tanaman singkong yang ditanam. pada umumnya tanaman Singkong dipanen dengan cara mencabut bagian batang, apabila terdapat umbi yang patah atau tertinggal di dalam tanah maka anda bisa menggantinya dengan menggunakan cangkul.

perlu diketahui bahwa, tanaman Singkong dikenal Cukup aku serta penyerapan nutrisi terutama dalam proses pembentukan zat Pati atau sagu. Hal ini dapat menyebabkan tanah akan menjadi tandus apabila ditanami oleh singkong secara terus-menerus. Untuk mengatasi hal ini maka sangat penting untuk menjaga kesuburan dari tanah itu sendiri dengan cara melakukan rotasi tanam agar tidak terjadi tanah yang tandus.

Demikianlah informasi mengenai Budidaya Singkong semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat dan juga dapat menambah wawasan anda serta berguna terutama bagi Anda yang ingin melakukan budidaya singkong ini. Sekian dan terima kasih banyak atas kunjungannya Selamat mencoba.